Thursday, August 1, 2013

OSI Model

OSI model atau open systems interconnection model adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh International Organization for standardization (ISO) pada tahun 1977 di Eropa yang menggolongkan dan menentukan standar fungsi internal sistem komunikasi dengan memisahkannya menjadi beberapa lapisan terpisah. Tujuannya adalah agar produk-produk yang dibuat oleh vendor yang berbeda dapat tetap saling berkomunikasi

7 Layer/Lapisan OSI

Layer 1, Physical
Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

Layer 2, Data Link
Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media komunikasi dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

Layer 3, Network
Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

Layer 4, Transport
Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error.

Layer 5, Session
Menenutkan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi, bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi layer ini disebut “session”.

Layer 6, Presentation
Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format teks ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

Layer 7, Application
Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggung jawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

Sumber :
www.wikipedia.org
dhanz3rd.wordpress.com

No comments:

Post a Comment