Saat ini, penggunaan Teknologi Informasi di perusahaan semakin meningkat tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi sudah pada proses membantu pengambilan keputusan. Bahkan, pada beberapa sektor industri, ketergantungan terhadap Teknologi Informasi sudah sangat besar seperti pada sektor perbankan dan keuangan. Namun demikian, perusahaan juga tidak bisa secara gegabah mengeluarkan investasi untuk implementasi Teknologi Informasi, karena tentu saja harus memperhitungkan cost dan benefit yang dihasilkannya. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan semacam blue print yang sering disebut sebagai IT Master Plan sebagai dasar perusahaan dalam melakukan implementasi Teknologi Informasi.IT Master Plan pada intinya berisi rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi di Perusahaan. Di dalamnya berisi pedoman kebutuhan sistem informasi seperti apa yang diperlukan perusahaan.
Kebutuhan akan sistem informasi dalam suatu perusahaan menjadikan sistem informasi menjadi sumber daya penting. Peningkatan ini tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi sudah pada proses membantu pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan menjadikan keputusan menjadi semakin jelas.
IT Master Plan adalah suatu perencanaan jangka panjang dalam pengembangan sistem informasi di perusahaan , yang dengan baik bisa menterjemahkan keinginan baik dari manajemen (System Owner), pengguna (System User) maupun perubahan-perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi. Dengan perkembangan Teknologi Informasi yang sangat cepat (short life-cycle), betapa sulitnya menyesuaikan terhadap kebutuhan perusahaan tanpa adanya Master Plan.
Perusahaan tidak bisa secara gegabah mengeluarkan investasi untuk implementasi Teknologi Informasi, karena tentu saja harus memperhitungkan cost dan benefit yang dihasilkannya. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan semacam blue print yang sering disebut sebagai IT Master Plan sebagai dasar perusahaan dalam melakukan implementasi Teknologi Informasi. IT Master Plan pada intinya berisi rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi di Perusahaan. Di dalamnya berisi pedoman kebutuhan sistem informasi seperti apa yang diperlukan perusahaan. Yang perlu menjadi catatan penting adalah bahwa IT Master Plan merupakan turunan dari Business Plan perusahaan. Teknologi informasi diimplementasikan sebagai tool untuk membantu perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Karena itu, tanpa ada visi dan misi yang jelas dari perusahaan, IT Master Plan juga tidak bisa dibangun.
Banyak manfaat yang bisa diambil dalam pemanfaatan Master
Plan. Diantaranya adalah:
1. IT Master Plan akan menjadi dasar bagi
perencanaan perusahaan dalam investasi dan implementasi teknologi informasi.
2. Mengurangi beberapa resiko yang timbul dari
implentasi teknologi informasi.
3. IT Master Plan bisa menjadi alat kontrol dan
parameter yang efektif untuk mereview performa dan kesuksesan implementasi
Teknologi Informasi pada suatu perusahaan.
IT Master Plan yang baik berisi:
1. Penjabaran strategi organisasi kedalam
tujuan-tujuan operasional yang yang harus dicapai organisasi.
2. Rumusan ukuran-ukuran dan target-target kinerja
organisasi sebagai indicator keberhasilan penerapan TI organisasi
3. Arsitektur bisnis berupa gambaran konsep operasi
proses-proses bisnis utama organisasi yang didukung oleh kemampuan TI
organisasi
4. Arsitektur system informasi berupa portfolio
informasi serta system aplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung administrasi
dan pengambilan keputusan dalam proses-proses bisnis organisasi.
5. Arsitektur teknologi berupa gambaran konfigurasi
infrastruktur TI untuk menjalankan system-sistem aplikasi yang dibutuhkan
6. Struktur dan kelengkapan organisasi pengelolaan
TI untuk menjamin kualitas layanan atau kinerja TI bagi penggunanya dan
mengelola resiko pemanfaatan TI organisasi
7. Portfolio kegiatan atau proyek-proye
pengembangan TI beserta strategi pelaksanaannya, alokasi anggarannya,
penjadwalannya dan indicator keberhasilannya dari perspektif bisnis.
Ciri-ciri Rencana strategi TI yang efektif :
1. Relevant, ada kaitan dengan kebutuhhan para
pemangku kepentingan
2. Efisien, efisien dengan ruang lingkup yang
terfokus pada tema tertentu
3. Traceable, dengan ukuran kinerja yang berpangkal
dari kebutuhan dan tujuan bisnis
4. Mendokumentasikan semua asumsi dan alas an
justifikasi yang digunakan
5. Dapat digunakan sebagai ladasan tata kelola
(pengambilan keputusan dan pengawasan)
6. Dikomunikasikan secara luas
7. Memiliki dampak langsug pada pencapaian tujuan
unit-unti organisasi beserta personilnya
8. Disusun dan diperbaharui sebagai proses yang
berkesinambungan, bukan proyek.
9. Merupakan dokumen hidup dengan peninjauan ulang
dan penyesusaian secara periodic
10. Memiliki alur cerita (benang merah) yang jelas
11. Cukup ambisius (tetapi realistis) dalam
penetapan target.
Lima langkah utama dalam merumuskan IT Masterplan:
1. Penjabaran strategi bisnis organisasi untuk
diturunkan menjadi rumusan strategi TI organisasi.
2.
Pendataan dan evaluasi (assessment) arsitektur
TI organisasi saat ini. Ini meliputi portofolio layanan TI yang ada,
konfigurasi perangkat lunak dank eras yang dimiliki, kelengkapan organisasi
pengelola TI, dsb.
3. Perancangan arsitektur TI organisasi kedepan
(target) dalam rangka menunjang strategi bisnis organisasi.
4. Analisis kesenjangan (gap) antara arsitektur TI
target dengan arsitektur TI saat ini. Hasil analisis ini adalah portofolio
inisiatif kegiatan (program kerja) atau proyek pengembangan TI yang akan
dilaksanakan dalam jangka waktu yang direncanakan.
5. Perumusan strategi pelaksanaan (implementation)
proyek-proyek TI dalam portofolio. Ini mencakup pentahapan dan prioritas
berdasarkan pertimbagan nilai kemanfaatan, resiko, dan ketersediaan sumber daya
pelaksanaan terutama anggaran dan sdm.
Peran CIO dalam IT
Masterplan
CIO berperan sebagai pemandu proses
penyusunan IT masterplan. Dengan kewenangan yang dimilikinya, seorang CIO dapat
memastikan komitmen staf, baik dalam divisi TI maupun diuar TI, untuk mendukung
proses penyusunan IT Masterplan. Dengan wawasan dualistic yang dimilikinya,
yaitu dari sisi bisnis dan sisi TI, seorang CIO memiliki kapasitas untuk
menjembatani komunikasi antara bisnis dan TI yang dituntut dalam penyusunan IT
Masterplan.
No comments:
Post a Comment