Sub Pokok Bahasan
1.Decision making and problem solving
2.Management information system
3.Decision support system
4.The group decision support system
5.Hybrid system and special-purpose system
1. Decision Making dan Problem Solving
Decision making atau pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai proses kognitif yang dihasilkan dalam pemilihan suatu tindakan di antara beberapa alternatif scenario. Decision making atau merupakan sebuah proses yang melalui tiga tahapan yaitu intelligence, design dan choice.Sedangkan problem solving atau pemecahan masalah merupakan tingkatan selanjutnya dari pengambilan keputusan dengan penambahan tahap implementation dan monitoring.
Tahapan dalam decision making dan problem solving:
- Intelligence
Tahap mengidentifikasi dan mengartikan masalah, mencari informasi dan peluang penyelesaian masalah.
- Design
Tahap pengembangan alternative solusi dan kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan.
- Choice
Tahap pemilihan salah satu alternative solusi menjadi sebuah keputusan.
- Implementation
Tahap penerapan dari solusi yang telah dipilih
- Monitoring
Tahap pengevalusian dari solusi yang telah diterapkan.
Pendekatan problem solving
1.Reactive problem solving
Pendekatan pemecahan masalah dengan cara menunggu ada masalah yang muncul baru dipecahkan.
2.Proactive problem soving
Pada pendekatan ini pengambil keuputusan atau pemecah masalah mencari kemungkinan masalah yang akan timbul dan menyelesaikannya sebelum menjadi serius.
3.Optimization approaches
Mencari solusi terbaik untuk mencapai kemungkinan laba terbesar dengan efisiensi terbaik.
4.Heuristic approaches
Menempatkan beberapa solusi yang bagus tapi bukan terbaik untuk diterapkan bergantian atau bergiliran sesuai keadaan
Tipe keputusan
a.Programmed decisions
Keputusan terencana dibuat dengan menggunakan aturan, prosedur atau metode kuantitatif. Contoh keputusan terencana adalah pembelian kembali inventori yang telah mencapai jumlah tertentu pada sebuah toko, yang dilakukan otomatis oleh system informasi pada toko tersebut. Keputusan terencana biasanya digunakan untuk menghadapi masalah terstruktur.
b.Nonprogrammed decisions
Keputusan tak terencana digunakan untuk memecahakan suatu masalah yang tak biasa, yang tak bisa dilakukan oleh aturan, prosedur atau metode kuantitatif. Contohnya adalah untuk penerimaan karyawan baru pada toko datas tidak dapat dilakukan oleh system informasi yang ada pada toko tersebut.
2. Management Information System
MIS atau Sistem Informasi Manajemen sering digunakan untuk mendukung keputusan terencana untuk menyelesaikan structured problems. Input MIS adalah database dan outputnya adalah collection of reports. Bebrapa jenis reports adalah scheduled reports, demand reports dan exception reports.
Sistem Informasi Manajemen sering didesain untuk memenuhi kebutuhan spesifik dalam sebuah organisasi. Tujuan utama dari SIM adalah untuk membantu seseorang atau organisasi mencapai tujuan mereka dengan menyediakan informasi dan laporan untuk membuat keputusan yang lebih baik.
MIS pada setiap divisi berbeda karena kebutuhan data dan informasi yang berbeda dan keputusan yang diambil juga berbeda. Contoh Sistem Informasi Manajemen adalah SIM, SIA dan SIP. Enterprise Resource Planning System atau ERP menggabungkan semua database dari divisi-divisi tersebut dan menjadikannya satu sehingga hanya terdapat satu system terintegrasi yang dapat digunakan oleh seluruh divisi dalam satu perusahaan sesuai kebutuhan mereka masing2.
Keuntungan ERP:
- Meningkatkan akses ke data seluruh organisasi dengan tingkat redundansi yang lebih rendah
- Menghilangkan system terpisah yang telah lama
- Proses kerja yang lebih efisien
- Menyederhanakan update dan pemeliharaan system
- Meningkatkan komunikasi antar divisi
- Kinerja perusahaan yang lebih baik
Kelemahan ERP:
- Membutuhkan waktu dan biaya lebih
- Learning curve and employees’ resistance to change
- Ketergantungan pada satu vendor
- Resiko
3. Decision Support System
Decision Support System atau DSS adalah sebuah sistem informasi yang digunakan untuk membantu membuat keputusan untuk masalah spesifik/tertentu. Berbeda dengan SIM yang digunakan untuk menyelesaikan structured problems melalui database DSS lebih difokuskan untuk menyelesaikan semisctructured atau unstructured problems.
Karakteristik DSS
- Menangani /mempergunakan data dari jumlah kecil sampai jumlah besar
- Mengambil dan mengolah data dari berbagai sumber
- Dapat menghasilkan laporan yang fleksibel
- Menjalankan analisis dan perbandingan yang rumit dan canggih dengan menggunakan paket software canggih
- Mendukung pendekatan optimization dan heuristic
- Dapat melakukan analisis what if dan goal seeking
# What-if analysisis the process of making hypothetical changes to problem data and observing the impact on the results
# Goal-seeking analysisis the process of determining what problem data is required for a given result
- Dapat melakukan simulasi atau percobaan
4. Group Decision Support System
Group Decision Support System atau GDSS disebut juga system kerja kolaborasi yang terkomputerisasi terdiri dari hardware, software, manusia, database dan prosedur yang dibutuhkan untuk menyediakan bantuan dalam group decision-making settings, sebuah proses yang disebut juga computer supported cooperative work.
Karakteristik GDSS melebihi karakteristik DSS:
- Fleksibilitas
- Mendukung input dari pihak tak dikenal
- Penurunan kebiasaan buruk kelompok
- Peningkatan kebiasaan positif kelompok
GDSS Software disebut Groupware
5. Hybrid system and Special Purpose System
Hybrid system berisikan banyak tipe sistem informasi yang diakses melalui sebuah interface pusat. Hybrid system membuat organisasi dapat mempersingkat dan menyederhanakan system informasi mereka. Interface yang dipakai untuk mengakses hybrid system biasanya disebut portal perusahaan. Portal biasanya dibuat dalam bentuk halaman web dan menggunakan internet dan intranet yang terhubung dengan server.
Knowledge Management System membantu sebuah organisasi menangkap, menyimpan dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan dan digunakan ulang oleh organisasi dan kadang oleh partner dan pelanggan.
Geographical Information System memiliki kemampuan untuk menyimpan, memanipulasi dan menampilkan geografi atau informasi special, termasuk peta dan lokasi atau wilayah dari seluruh dunia.
No comments:
Post a Comment